Peningkatan limbah konstruksi akibat pembangunan infrastruktur yang pesat memerlukan solusi pengelolaan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan limbah beton dari Sitinjau Lauik sebagai pengganti sebagian agregat kasar terhadap nilai kuat tekan beton. Mutu beton yang direncanakan adalah f’c 20,75 MPa dengan variasi kadar penggantian sebesar 0%, 13%, 23%, dan 37%. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur beton 28 hari menggunakan benda uji silinder.Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton normal (0% limbah) memiliki kuat tekan rata-rata sebesar 27,70 MPa. Pada variasi campuran limbah beton 13%, 23%, dan 37%, nilai kuat tekan berturut-turut menurun menjadi 25,39 MPa, 20,38 MPa, dan 17,75 MPa. Meskipun terjadi penurunan kekuatan sebesar 8,35% pada variasi 13%, nilai tersebut masih memenuhi target kuat tekan rencana f’c= 20,75 MPa. Namun, pada variasi 23% dan 37%, kuat tekan beton sudah berada di bawah nilai rencana sehingga tidak disarankan untuk konstruksi struktural. Penurunan ini disebabkan oleh berat jenis limbah beton yang lebih rendah dan porositas yang lebih tinggi dibandingkan agregat koral alami. Dapat disimpulkan bahwa kadar optimum penggantian agregat kasar dengan limbah beton adalah sebesar 13%.Kata Kunci : Limbah Beton, Agregat Kasar, Kuat Tekan, Beton Berkelanjutan
Copyrights © 2026