Biaya produksi mencakup seluruh pengeluaran, baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung, yang timbul dalam rangka menghasilkan suatu produk atau jasa sejak tahap awal hingga barang tersebut siap untuk dipasarkan dalam suatu rentang waktu tertentu. Intinya, dalam menentukan biaya pokok produksi, terdapat dua pendekatan utama yang umum diterapkan, yaitu metode full costing dan variable costing. AHH Katering sebagai salah satu objek penelitian ini belum menerapkan perhitungan kedua metode tersebut yakni metode full costing maupun variable costing Jenis penelitian ini ialah deskriptif kualitatif, Diharapkan dapat dilakukan kajian mendalam mengenai metode full costing dan variable costing. Kedua metode ini merupakan alternatif yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk menghitung harga pokok produksi. Dan mengetahui perbandingan antara kedua metode tersebut serta untuk diterapkan oleh AHH katering. Berdasarkan hasil investigasi yang diperoleh, ditemukan bahwa angka tarif biaya produksi yang dihitung dengan menggunakan metode AHH Katering separuh dari ketetapan harga jual yakni sebesar Rp.15.133 per porsi dari Rp. 22.000, hasil dari penggunaan metode full costing sebesar Rp.12.030 per porsi dari Rp. 22.000, serta hasil dari penggunaan metode variable costing sebesar Rp.11.015 dari Rp. 22.000 per porsi. Untuk hasil dari harga pokok penjualan besar satuan hampir sama dengan nilai dari harga pokok produksi masing- masing metode, hal ini disebabkan karena komponen persediaan awal dan akhir dalam usaha manufaktur seperti katering berjumlah nol atau tidak bernilai. Dengan kesimpulan dari perbedaan nilai harga pokok produksi dengan ketiga metode tersebut, apabila pihak AHH katering ingin memperoleh laba maksimal maka dapat menggunakan metode full costing atau variable costing dengan keuntungan dari karakteristik yang metode tersebut berikan.
Copyrights © 2026