Kecemasan pada lansia, khususnya kecemasan terhadap kematian, menjadi masalah psikologis yang sering muncul akibat perubahan fisik, sosial, dan spiritual pada masa lanjut usia. Kondisi ini dapat menurunkan ketenangan batin dan kualitas hidup lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menurunkan tingkat kecemasan pada lansia melalui intervensi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) yang dipadukan dengan psikoedukasi dan media buku saku. Subjek merupakan seorang lansia perempuan berusia 72 tahun yang menunjukkan gejala kecemasan berupa kekhawatiran terhadap kematian, kehidupan setelah mati, serta kondisi keluarga yang ditinggalkan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan asesmen, observasi, wawancara, pretest-posttest menggunakan Geriatric Anxiety Inventory (GAI), serta intervensi SEFT yang terdiri dari tahap set-up, tune-in, dan tapping. Hasil pengukuran menunjukkan penurunan skor kecemasan dari 12 menjadi 0 setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa SEFT efektif dalam membantu menurunkan kecemasan melalui kombinasi pendekatan spiritual, kognitif, dan relaksasi fisik. Program ini memberikan dampak positif berupa peningkatan ketenangan emosional, penerimaan diri, dan pengurangan pikiran negatif pada lansia.
Copyrights © 2026