Penelitian ini mengeksplorasi dinamika spasial-temporal faktor lingkungan yang memengaruhi suhu permukaan lahan (LST) di Kota Semarang selama 2015–2024. Tujuan utama adalah mengukur peran vegetasi (NDVI) sebagai pendorong Urban Heat Island (UHI) dan keterkaitan LST dengan polutan NO₂. Metode analisis spasial berbasis Google Earth Engine (GEE) digunakan untuk mengolah data multi-sensor dari Landsat 8/9 (untuk LST dan NDVI) serta Sentinel-5P TROPOMI (untuk NO₂). Korelasi Pearson (r) dihitung dari 1500 titik sampel acak yang diekstrak di GEE, dengan visualisasi raster dan scatter plot untuk interpretasi. Hasil menunjukkan penguatan korelasi negatif antara LST dan NDVI, dari r = -0.322 (R² = 10.4%) pada 2015 menjadi r = -0.362 (R² = 13.1%) pada 2024, yang mengindikasikan sensitivitas termal kota semakin bergantung pada tutupan vegetasi akibat urbanisasi. Sebaliknya, korelasi LST-NO₂ pada 2024 sangat lemah (r = +0.177, R² = 3.1%), membuktikan bahwa polusi didorong emisi transportasi independen dari faktor termal. Studi ini berkontribusi pada pemahaman UHI di kota pesisir tropis, dengan rekomendasi kebijakan terpisah: konservasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk mitigasi UHI dan pengendalian emisi untuk NO₂, mendukung adaptasi iklim berkelanjutan.
Copyrights © 2026