Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana integrasi risiko berbasis modal alam (natural capital) ke dalam sistem manajemen strategis perusahaan dapat memperkuat ketahanan organisasi dan keunggulan bersaing berkelanjutan pada sektor ketenagalistrikan. Studi ini menggunakan kerangka Taskforce on Nature-related Financial Disclosures (TNFD) sebagai pendekatan analitis untuk mengidentifikasi ketergantungan dan dampak terhadap keanekaragaman hayati serta risiko tata kelola air. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan analisis Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi risiko berbasis TNFD berpengaruh signifikan terhadap penguatan dynamic capabilities, yang selanjutnya meningkatkan efektivitas manajemen risiko strategis dan mendorong terciptanya keunggulan bersaing berkelanjutan. Risiko berbasis biodiversitas dan tata kelola air pada PT PLN (Persero) secara umum berada pada tingkat risiko menengah, dengan eksposur lebih tinggi pada aspek reputasi pembangkit berbasis fosil serta ketergantungan signifikan pembangkit hidro terhadap jasa ekosistem air. Secara strategis, respons perusahaan dilakukan melalui penerapan mitigation hierarchy, inovasi efisiensi air, konservasi biodiversitas, dan pengembangan skema pembiayaan berkelanjutan. Penelitian ini berkontribusi pada literatur manajemen strategis dengan menunjukkan bahwa tata kelola risiko berbasis modal alam bukan sekadar pelaporan, melainkan mekanisme penguatan kapabilitas dinamis dan ketahanan jangka panjang perusahaan utilitas negara dalam proses transisi energi.
Copyrights © 2026