PT XYZ menghadapi permasalahan tingginya jumlah cacat silver pada produk battery case yang diproduksi melalui proses injection molding, dengan persentase defect berkisar 0,13%–0,43% dan melebihi batas toleransi perusahaan sebesar 0,25%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar penyebab cacat silver dan menyusun prioritas usulan perbaikan. Metode yang digunakan meliputi diagram Pareto untuk menentukan cacat dominan, Root Cause Analysis (RCA) melalui fishbone diagram untuk mengidentifikasi akar penyebab, dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menentukan prioritas risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil RCA mengidentifikasi lima faktor penyebab, yaitu material, machine, method, man, dan environment. Hasil FMEA menunjukkan bahwa material lembab merupakan faktor risiko tertinggi dengan RPN 384, diikuti lingkungan produksi lembab dengan RPN 288. Usulan perbaikan difokuskan pada pengendalian kelembaban material dan lingkungan produksi melalui perbaikan standar penyimpanan, pengecekan material sebelum digunakan, serta optimasi sistem ventilasi area produksi.
Copyrights © 2026