Kota Cirebon merupakan wilayah yang rentan mengalami bencana banjir akibat topografi dataran rendah dan lokasinya yang berada di wilayah hilir daerah aliran sungai. Tingginya frekuensi banjir meningkatkan kebutuhan logistik kebencanaan, sementara sumber daya yang tersedia masih terbatas sehingga diperlukan sistem prioritas distribusi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas daerah pendistribusian logistik kebencana an pada kasus banjir di Kota Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan data yang diperoleh melalui kuesioner perbandingan berpasangan kepada 27 pegawai BPBD Kota Cirebon divisi Penanganan dan Evakuasi. Kriteria yang digunakan meliputi tingkat kerusakan, tingkat kebutuhan, korban terdampak, dan aksesibilitas lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban terdampak memiliki bobot tertinggi sebesar 0,41, diikuti tingkat kebutuhan sebesar 0,31, aksesibilitas lokasi sebesar 0,18, dan tingkat kerusakan sebesar 0,10. Nilai Consistency Ratio (CR) sebesar 0,03 menunjukkan bahwa penilaian responden bersifat konsisten. Wilayah Pekiringan menjadi prioritas utama dalam pendistribusian logistik dibandingkan dengan Kalijaga dan Larangan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa metode AHP dapat digunakan untuk menentukan prioritas distribusi logistik kebencanaan secara objektif, sistematis, dan terukur.
Copyrights © 2026