Ketidaksempurnaan pada proses pengecatan komponen otomotif dapat menurunkan ketahanan fisik produk terhadap korosi serta memicu peningkatan biaya operasional akibat pengerjaan ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar penyebab kegagalan proses pelapisan tangki mobil serta merumuskan strategi perbaikan berbasis metode Six Sigma dengan kerangka kerja DMAIC pada PT. XYZ. Evaluasi kuantitatif dilakukan terhadap data produksi periode Januari hingga Maret 2026. Hasil pengolahan data menunjukkan kualitas proses aktual perusahaan berada pada tingkat 2,92 sigma dengan nilai Defects Per Million Opportunities (DPMO) sebesar 78.400. Melalui analisis diagram Pareto, ditemukan bahwa jenis cacat yang paling mendominasi adalah lapisan cat tipis dengan kontribusi sebesar 47,84% dari total kegagalan. Hasil analisis diagram Fishbone mengonfirmasi bahwa penyimpangan ini dipicu oleh ketidaktelitian operator, inkonsistensi tekanan pada perangkat spray gun, serta variasi viskositas material cat. Rekomendasi perbaikan yang diusulkan meliputi standardisasi ulang pengaturan alat semprot, pelatihan intensif bagi tenaga kerja, dan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengendalian kualitas yang baru untuk mengunci konsistensi performa proses secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026