Aktivitas kerja statis dengan durasi panjang pada pekerjaan berbasis komputer berpotensi menimbulkan gangguan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat risiko ergonomi serta potensi bahaya kerja pada pegawai Divisi Finance, Accounting, and Tax (FAT) di PT. Adi Jaya Nusantara Perkasa menggunakan metode Nordic Body Map (NBM), Rapid Upper Limb Assessment (RULA), dan Job Safety Analysis (JSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66,67% pegawai mengalami risiko MSDs kategori tinggi dan 33,33% kategori sedang berdasarkan NBM. Analisis RULA menghasilkan skor akhir 5 yang termasuk kategori risiko sedang (action level 3) sehingga memerlukan perbaikan dalam waktu dekat. Analisis JSA menunjukkan bahwa aktivitas kerja memiliki potensi bahaya utama berupa postur tidak ergonomis, kerja statis berkepanjangan, serta gerakan repetitif yang dapat menyebabkan cedera otot. Usulan perbaikan meliputi penyesuaian workstation, perbaikan postur kerja, serta penerapan micro break. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi metode ergonomi dan K3 mampu memberikan solusi yang lebih komprehensif dalam menurunkan risiko cedera kerja serta meningkatkan produktivitas pegawai.
Copyrights © 2026