Kemampuan spasial merupakan salah satu keterampilan kognitif yang penting dalam pembelajaran geometri karena berkaitan dengan kemampuan memvisualisasikan objek, memahami hubungan antar bentuk, dan mengenali orientasi ruang. Media pembelajaran berbasis game 3D dinilai mampu mendukung peningkatan kemampuan tersebut melalui aktivitas eksplorasi ruang secara interaktif. Penelitian ini bertujuan menghasilkan aset 3D berupa karakter dan lingkungan labirin yang digunakan sebagai dasar pengembangan game edukasi bertema labirin 3D untuk melatih kemampuan spasial. Metode penelitian yang digunakan adalah Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang terdiri dari tahapan concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Aset yang dikembangkan meliputi karakter utama bernama Urik, dua monster bernama Bramsball dan Rogarok, serta satu jalur labirin sebagai lingkungan eksplorasi. Proses pemodelan dilakukan menggunakan Autodesk Maya melalui tahapan shaping, slicing, texturing, dan lighting hingga proses rendering. Tahap pengujian dilakukan melalui alpha testing oleh pihak internal untuk memastikan kesesuaian aset terhadap rancangan awal, serta pengujian oleh dua ahli 3D yang memiliki pengalaman industri selama tiga tahun dan dua puluh dua tahun. Hasil pengujian memperoleh total skor gabungan sebesar 66 dari skor maksimal 80 dengan rata-rata persentase sebesar 82,5% yang termasuk kategori “Sangat Baik”. Hasil tersebut menunjukkan bahwa aset 3D telah memenuhi kualitas visual dan teknis yang memadai untuk digunakan dalam pengembangan game edukasi. Penelitian ini memberikan kontribusi sebagai dasar produksi visual dalam pengembangan media pembelajaran berbasis game untuk mendukung pelatihan kemampuan spasial.
Copyrights © 2026