Persaingan industri yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas produk. PT. XYZ masih menghadapi permasalahan kecacatan pada proses pengemasan bag semen ukuran 40 kg. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kecacatan, menetapkan urutan prioritas risiko kegagalan, serta merumuskan rekomendasi perbaikan guna meningkatkan kualitas proses menggunakan metode Diagram Fishbone, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), dan Fuzzy Failure Mode and Effect Analysis (Fuzzy FMEA). Hasil penelitian menunjukkan total kecacatan selama JuniāJuli 2025 mencapai 2.367 bag. Berdasarkan FMEA, Faktor penyebab kegagalan dengan tingkat prioritas risiko tertinggi berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN). adalah setting takaran pengisian yang belum stabil (168), sistem kerja yang berorientasi pada target (100), dan cacat bawaan dari pemasok (60). Sementara itu, hasil Fuzzy FMEA menunjukkan nilai FRPN tertinggi pada setting takaran pengisian yang belum stabil (612), sistem kerja yang berorientasi pada target (500), dan kurangnya ketelitian operator (458). Usulan perbaikan yang diberikan meliputi pemasangan sensor tekanan dan alarm otomatis pada mesin packing, penyelarasan KPI antara target produksi dan kualitas, serta pelatihan operator secara berkala. Penerapan usulan tersebut diharapkan dapat menurunkan tingkat kecacatan dan meningkatkan kualitas proses pengemasan semen.
Copyrights © 2026