Aktivitas fabrikasi pada Departemen Construction PT. XYZ melibatkan proses pemotongan material, pengelasan, pengoperasian mesin, dan pengangkatan material menggunakan overhead crane yang berpotensi menimbulkan berbagai risiko keselamatan dan kesehatan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi bahaya, menentukan tingkat risiko, serta merumuskan alternatif pengendalian melalui penerapan metode Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) yang dipadukan dengan Hazard and Operability Study (HAZOP). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data hasil observasi lapangan, wawancara, dokumentasi perusahaan, serta catatan kecelakaan kerja selama JanuariāJuni 2025. Hasil analisis menunjukkan lima kelompok bahaya yang terdiri atas tiga kategori risiko sedang dan dua kategori risiko tinggi. Risiko tertinggi ditemukan pada aktivitas pengangkatan material menggunakan overhead crane dan pekerjaan maintenance mesin frais. Analisis HAZOP mengidentifikasi sejumlah penyimpangan operasional, seperti tidak digunakannya alat pelindung diri tertentu, tidak diterapkannya prosedur Lock Out Tag Out (LOTO), kurangnya pelindung mesin, lemahnya pengendalian area kerja, serta rendahnya kewaspadaan pekerja. Berdasarkan temuan tersebut, pengendalian yang direkomendasikan meliputi peningkatan kepatuhan dalam menggunakan APD, penerapan sistem LOTO, pemasangan machine guarding, penetapan safe zone, penyempurnaan prosedur kerja, serta pelaksanaan pelatihan K3 secara berkala. Penggabungan metode HIRARC dan HAZOP memberikan gambaran risiko yang lebih menyeluruh sehingga dapat dimanfaatkan untuk menetapkan prioritas pengendalian serta mendukung peningkatan implementasi keselamatan dan kesehatan kerja di area fabrikasi PT. XYZ.
Copyrights © 2026