Kepemimpinan dalam organisasi publik menuntut kemampuan komunikasi yang adaptif untuk mengelola dinamika organisasi yang kompleks dan keberagaman latar belakang anggotanya. Tantangan tersebut semakin signifikan tatkala kepemimpinan dijalankan oleh seorang penyandang disabilitas yang harus mengelola keterbatasan personal sekaligus tuntutan institusional. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk komunikasi kepemimpinan yang dijalankan oleh pemimpin disabilitas, dengan studi kasus Angkie Yudistia, baik di ranah internal maupun eksternal organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara mendalam dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi kepemimpinan dijalankan secara adaptif dan kontekstual dalam membangun relasi kerja, kejelasan peran, koordinasi aktivitas, serta representasi isu disabilitas di ruang publik.
Copyrights © 2026