Generasi Z di Provinsi Banten memegang peran strategis sebagai kelompok demografi dominan, namun dihadapkan pada tantangan kesadaran elektoral, kerentanan terhadap politik transaksional, dan stagnasi partisipasi di tengah bayang-bayang politik dinasti . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik individu, agen sosialisasi politik, patronase, dan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terhadap literasi politik serta keputusan pemilihan kepala daerah. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif. Survei dilakukan terhadap 400 responden pemilih pemula berusia 17–24 tahun yang tersebar secara proporsional di delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten, kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ini memiliki relevansi tinggi dengan nilai R-Square 0.755 untuk Literasi Politik dan 0.652 untuk Keputusan Pemilihan. Adanya dualisme perilaku pemilih Terpaan TIK berpengaruh paling dominan dalam meningkatkan Literasi Politik, namun Keputusan Pemilihan Politik secara langsung justru paling kuat dipengaruhi oleh Patronase . Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun pemilih muda Banten melek informasi digital, keputusan akhir mereka di bilik suara masih sangat pragmatis dan dipengaruhi oleh hubungan patronase.
Copyrights © 2026