Department of Naval Architecture
Vol 14, No 2 (2026): April

Analisa Pengaruh Temperatur Post Weld Heat Treatment Pada Baja Astm A36 Terhadap Laju Korosi Dan Kekuatan Tarik

Adly Aland Dzakiyah (Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275.)
andi Trimulyono (Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275.)
wilma amiruddin (Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275.)



Article Info

Publish Date
20 Jun 2026

Abstract

Baja ASTM A36, material struktural populer di industri perkapalan, rentan korosi akibat perubahan mikrostruktur dan tegangan sisa pasca-pengelasan. Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi temperatur Post Weld Heat Treatment (PWHT) terhadap laju korosi dan kekuatan tarik baja ASTM A36 hasil las Gas Metal Arc Welding (GMAW). Metode eksperimental dilakukan dengan variasi suhu PWHT 0°C (tanpa perlakuan), 400°C, 500°C, 600°C, dan 700°C. Pengujian meliputi uji korosi weight loss dalam larutan NaCl 3,5% selama 28 hari dan uji tarik. Hasil menunjukkan PWHT efektif menurunkan laju korosi. Performa optimal dicapai pada suhu 500°C dengan laju korosi terendah 0,2327 mm/tahun, peningkatan Yield Strength menjadi 193,61 MPa, serta Ultimate Tensile Strength (UTS) yang stabil. Sebaliknya, suhu 700°C menyebabkan penurunan drastis UTS menjadi 323,82 MPa dan kenaikan laju korosi akibat overheating, meskipun elongasi meningkat hingga 10,83%. Disimpulkan bahwa rentang suhu 400°C–500°C adalah kondisi paling optimal untuk menyeimbangkan ketahanan korosi dan kekuatan mekanis material.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

naval

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas ...