Kemampuan self-righting merupakan aspek krusial dalam desain kapal patroli untuk meningkatkan keselamatan operasional, terutama saat kapal miring akibat gelombang atau gangguan laut. Penelitian ini menganalisis pengaruh penambahan komponen hidrodinamik—chine, spray rails, dan interceptor—terhadap kemampuan self-righting menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD). Model kapal patroli dengan data utama tersedia dimodifikasi menjadi lima variasi: baseline, chine, spray rails, interceptor, dan gabungan ketiganya. Semua model disimulasikan untuk mengevaluasi respon gerakan roll dan kemampuan kembali tegak setelah kemiringan awal.Hasil simulasi menunjukkan semua variasi memiliki self-righting baik, dengan kapal mampu pulih ke posisi keseimbangan. Analisis lanjutan pada model gabungan memvariasikan enam posisi center of gravity (CoG) untuk menguji pengaruh distribusi berat. Semua variasi CoG juga menunjukkan self-righting baik, meski perubahan posisi CoG memengaruhi karakteristik roll dan waktu pemulihan. Secara umum, kombinasi modifikasi lambung dan distribusi berat optimal meningkatkan performa self-righting kapal patroli. Hasil ini diharapkan menjadi referensi desain kapal patroli dengan stabilitas dan keselamatan lebih baik.
Copyrights © 2026