Surah al-Fatihah merupakan surah pembuka al-Qur'an yang memuat pokok-pokok ajaran Islam secara ringkas dan komprehensif. Berbagai penelitian mengenai al-Fatihah umumnya fokus pada aspek teologis, linguistik, maupun metodologi penafsiran para mufasir. Namun kajian yang secara khusus menelaah kandungan targib (motivasi dan harapan) dan tarhib (peringatan dan ancaman) dalam penafsiran Surat al-Fatihah masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi targib dan tarhib dalam Surah al-Fatihah berdasarkan penafsiran Muhammad 'Ali al-Sabuni dalam Tafsir Safwat al-Tafasir. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (penelitian perpustakaan) dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh dari Tafsir Safwat al-Tafasir, sedangkan data sekunder berasal dari kitab tafsir lain, buku, dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan tematik terhadap ayat-ayat al-Fatihah yang mengandung unsur targib dan tarhib . Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur Surah al-Fatihah lebih dominan menampilkan targib pesan melalui pengenalan sifat rahmat Allah, pemeliharaan-Nya terhadap alam semesta, memberikan petunjuk, dan gambaran tentang golongan yang memperoleh kenikmatan-Nya. Adapun tarhib muncul dalam konsep hari penyelesaian serta peringatan agar tidak mengikuti jalan orang-orang yang dimurkai dan tersesat. Penafsiran al-Sabuni menampilkan keseimbangan antara dimensi rahmat dan keadilan Allah yang membentuk karakter spiritual berbasis harapan ( raja' ) dan ketakutan ( khauf ). Keseimbangan tersebut menunjukkan bahwa al-Fatihah tidak hanya berfungsi sebagai bacaan ritual, tetapi juga sebagai model penanaman nilai-nilai keagamaan yang membentuk karakter, moralitas, dan kesadaran spiritual manusia.
Copyrights © 2026