Penelitian tentang persistensi laba menjadi penting karena indikator utama kualitas laba yang menunjukkan kemampuan laba saat ini dalam mencerminkan kinerja perusahaan di masa depan. Selain itu, penelitian ini penting karena menempatkan fleksibilitas keuangan sebagai variabel moderasi untuk menjelaskan apakah kemampuan keuangan perusahaan dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh faktor keberlanjutan, strategi pajak, dan stabilitas arus kas terhadap persistensi laba. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Analisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS. Hasil menunjukkan bahwa persistensi laba dibentuk oleh kebijakan berorientasi keberlanjutan dan kemampuan keuangan inti. Tanggung jawab lingkungan dan perencanaan pajak menggambarkan kebijakan manajerial yang dapat menciptakan stabilitas apabila dilakukan secara kredibel dan efisien. Volatilitas arus kas menggambarkan risiko operasional yang menurunkan stabilitas laba. Fleksibilitas keuangan menggambarkan kapasitas keuangan yang melindungi perusahaan dan mendukung keberlanjutan laba. Peran moderasi fleksibilitas keuangan bersifat selektif. Mekanisme ini paling efektif pada hubungan yang berkaitan langsung dengan alokasi sumber daya internal, yaitu perencanaan pajak, tetapi tidak menggantikan kredibilitas lingkungan maupun menyelesaikan volatilitas arus kas operasi.
Copyrights © 2026