Pembekuan sementara indeks MSCI Indonesia pada 27 Januari 2026, yang dilatarbelakangi kekhawatiran terhadap akurasi data free float, menyebabkan IHSG anjlok 8,33% hanya dalam dua hari perdagangan dan memunculkan kontradiksi terhadap konsensus literatur bahwa free float berperan sebagai penstabil pasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran free float dalam likuiditas dan stabilitas pasar modal, hubungannya dengan volatilitas, serta menjelaskan kasus pembekuan MSCI 2026 melalui kedua hubungan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur (library research) dan teknik analisis Miles, Huberman, dan SaldaƱa, meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan terhadap sumber sekunder berupa jurnal ilmiah, laporan resmi MSCI, BEI, dan OJK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa free float berpengaruh positif terhadap likuiditas pasar dan berhubungan negatif dengan volatilitas pada kondisi normal, namun berbalik menjadi amplifikator volatilitas ketika terjadi guncangan informasional dari lembaga otoritatif global. Pembekuan MSCI 2026 merupakan manifestasi interaksi antara kegagalan transparansi data free float dan kelemahan mikrostruktur pasar. Regulator perlu memperkuat pengawasan dan transparansi pelaporan free float untuk menjaga kredibilitas pasar modal Indonesia.
Copyrights © 2026