Penggunaan internet pada lingkungan instansi pemerintah memerlukan pengendalian akses dan alokasi bandwidth agar aktivitas kerja tetap stabil, aman, dan sesuai kebutuhan operasional. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan dan mengevaluasi Web Content Filtering serta manajemen bandwidth berbasis Address List pada jaringan Kementerian Perhubungan Jakarta. Metode pengembangan jaringan yang digunakan adalah Network Development Life Cycle (NDLC), sedangkan konfigurasi teknis dilakukan melalui perangkat Internet Access Gateway dengan menentukan objek alamat IP pengguna, aturan pembatasan akses website, dan batas maksimum bandwidth sebesar 70 Mbps. Pengujian dilakukan dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah implementasi. Hasil pengujian Web Content Filtering menunjukkan bahwa sebelum konfigurasi diterapkan, website Facebook masih dapat diakses, sedangkan setelah konfigurasi diterapkan akses berhasil diblokir. Hasil pengujian manajemen bandwidth menunjukkan bahwa sebelum pembatasan diterapkan nilai download sebesar 114,81 Mbps dan upload sebesar 105,62 Mbps. Setelah pembatasan diterapkan, nilai download menjadi 66,28 Mbps dan upload menjadi 67,43 Mbps, sehingga berada di bawah batas maksimum 70 Mbps. Dengan demikian, penerapan Web Content Filtering dan manajemen bandwidth berbasis Address List dapat membantu mengendalikan akses internet, membatasi penggunaan bandwidth, serta mendukung stabilitas dan keamanan jaringan di lingkungan Kementerian Perhubungan Jakarta.
Copyrights © 2026