Pembibitan merupakan fase kritis yang menentukan keberhasilan budidaya kopi arabika. Penelitian ini bertujuan mengkaji respons pertumbuhan bibit kopi arabika (Coffea arabica L.) terhadap pemberian Indole-3-acetic acid (IAA) dan pupuk organik cair (POC) serta menentukan konsentrasi yang paling efektif. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh pada April–Juli 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi IAA (0, 60, 120, dan 180 mg L⁻¹) dan faktor kedua konsentrasi POC (0, 15, 30, dan 45 ml L⁻¹), menghasilkan 16 kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan. Data dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan uji DNMRT taraf 5%. Hasil menunjukkan pemberian IAA berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, dan jumlah daun, tetapi tidak nyata terhadap diameter batang. Konsentrasi IAA 180 mg L⁻¹ memberikan pertumbuhan vegetatif terbaik, yaitu tinggi tanaman 49,17 cm, panjang daun 20,16 cm, lebar daun 7,68 cm, dan jumlah daun 16,6 helai, berbeda nyata dibandingkan kontrol. Pemberian POC tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh peubah, meskipun secara numerik cenderung meningkat seiring naiknya konsentrasi. Interaksi kedua faktor tidak nyata, namun kombinasi 180 mg L⁻¹ IAA dan 45 ml L⁻¹ POC cenderung memberikan nilai tertinggi pada sebagian besar peubah. Pemberian IAA berpotensi mempercepat tercapainya ukuran bibit siap tanam pada umur lebih dini sehingga memperpendek masa pembibitan.
Copyrights © 2026