Permasalahan pengelolaan sampah organik di tingkat desa masih menjadi tantangan yang memerlukan pendekatan solutif berbasis teknologi dan partisipasi masyarakat. Desa Greges, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung, menghadapi potensi peningkatan timbulan sampah rumah tangga seiring keterbatasan layanan pengangkutan eksternal. Kondisi ini mendorong perlunya sistem pengolahan sampah mandiri yang sesuai dengan karakteristik desa agraris. Penelitian pengabdian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan alat pencacah sampah organik sebagai bentuk penerapan teknologi tepat guna yang mendukung sistem pengelolaan sampah desa. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan perangkat desa dalam proses identifikasi masalah, perancangan alat, uji coba, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta pengukuran kuantitatif volume sampah sebelum dan sesudah pencacahan. Hasil menunjukkan bahwa alat mampu menurunkan volume sampah rata-rata sebesar 38% serta mempercepat proses dekomposisi kompos dari ±30 hari menjadi ±18–21 hari. Selain memberikan dampak teknis, kegiatan pengabdian ini juga mendorong peningkatan kapasitas kelembagaan desa, khususnya dalam penerapan pemilahan sampah dari sumber. Pelaksanaan program menunjukkan bahwa integrasi teknologi tepat guna yang disertai dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat mampu memperkuat sistem pengelolaan sampah mandiri di tingkat desa.
Copyrights © 2026