Eksistensi media sosial telah mengubah lanskap dakwah di era digital, menjadikan ruang strategis untuk menyampaikan pesan keagamaan kepada generasi muda yang adaptif terhadap teknologi. Studi ini mengeksplorasi persepsi mahasiswa Manajemen Dakwah terhadap peran media sosial sebagai platform dakwah, dengan menekankan bagaimana interaksi digital dapat melengkapi praktik dakwah tradisional. Pendekatan kuantitatif deskriptif diterapkan melalui survei terhadap 40 mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah IAIN Kerinci yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner online yang divalidasi melalui expert judgment dan diuji reliabilitasnya dengan Cronbach’s Alpha sebesar 0,811. Analisis deskriptif dilakukan dengan menghitung nilai rata-rata dan indeks TCR (Total Capaian Responden) untuk menilai tingkat penggunaan media sosial serta persepsi efektivitasnya sebagai sarana dakwah. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa menempatkan penggunaan media sosial dalam kategori netral (TCR 73,12%), dan eksistensi media sosial sebagai sarana dakwah juga dikategorikan netral (TCR 76,85%). Mahasiswa mengakui media sosial sebagai sarana yang efektif, praktis, dan mampu memperluas jangkauan dakwah, namun tetap menekankan pentingnya interaksi tatap muka untuk membangun kedekatan emosional serta pemahaman terhadap pesan keagamaan. Keterbatasan penelitian ini terletak pada fokus kuantitatif survei, sehingga pengalaman praktis mahasiswa dalam dakwah digital belum tergali sepenuhnya. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial berpotensi menjadi sarana pendukung dakwah yang meningkatkan aksesibilitas dan efektivitas pesan keagamaan. Ke depan, integrasi media digital dengan metode dakwah tradisional dapat menciptakan ekosistem dakwah yang lebih adaptif, inovatif, dan inklusif, serta mempersiapkan generasi cyberspan untuk menjadi pelaku dakwah yang efektif dalam konteks masyarakat modern dan teknologi yang terus berkembang.
Copyrights © 2026