Majelis taklim berperan strategis dalam membentuk karakter dan spiritualitas remaja perempuan, namun rendahnya partisipasi generasi muda menunjukkan perlunya strategi dakwah yang lebih adaptif dan kontekstual. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Majelis Taklim Permata Anisa di Desa Koto Keras menerapkan strategi dakwah untuk menarik minat keikutsertaan remaja perempuan dalam kegiatan keagamaan. Pendekatan kualitatif fenomenologi digunakan untuk memahami pengalaman subjektif remaja perempuan, dengan delapan informan yang terdiri dari pengurus majelis dan remaja perempuan berusia 15–24 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi kegiatan, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang dipadukan dengan kerangka Theory of Planned Behavior (TPB), meliputi sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku. Hasil temuan menunjukkan bahwa rendahnya partisipasi remaja perempuan disebabkan oleh kombinasi faktor: strategi promosi yang terbatas dan minimnya pemanfaatan media digital, dominasi kelompok dewasa yang membentuk norma subjektif negatif, serta format kegiatan yang kurang interaktif sehingga menurunkan perceived behavioral control remaja. Remaja perempuan menunjukkan preferensi terhadap kegiatan yang lebih kolaboratif, interaktif, dan disesuaikan dengan kelompok sebaya. Keterbatasan penelitian terkait dengan cakupan lokasi dan jumlah informan, sehingga generalisasi terbatas pada konteks masyarakat pedesaan setempat. Secara praktis, majelis taklim dapat meningkatkan partisipasi melalui promosi digital, pembentukan divisi khusus remaja, serta pengembangan format kegiatan interaktif berbasis life skills. Temuan ini menegaskan bahwa revitalisasi majelis taklim memerlukan pendekatan strategis yang mengintegrasikan teknologi, psikologi sosial, dan partisipasi remaja, membuka peluang bagi majelis taklim di masa depan untuk menjadi ruang keagamaan inklusif yang adaptif, kreatif, dan relevan bagi generasi muda dalam menghadapi dinamika sosial dan digitalisasi dakwah.
Copyrights © 2026