Layanan farmasi rumah sakit memainkan peran penting dalam memastikan keselamatan pasien, khususnya dalam pengelolaan obat-obatan berisiko tinggi seperti elektrolit pekat. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kepatuhan distribusi elektrolit pekat (KCl, MgSO₄, dan NaCl 3%) di Gudang Pusat Instalasi Farmasi Rumah Sakit Fatmawati terhadap standar yang berlaku. Studi observasional ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif prospektif yang dikombinasikan dengan data kualitatif. Pengumpulan data dilakukan secara real-time menggunakan metode pengambilan sampel total selama proses distribusi, dengan memanfaatkan daftar periksa skala Guttman sebagai instrumen untuk menilai parameter distribusi yang akurat dan pengelolaan obat berisiko tinggi. Hasil menunjukkan bahwa semua parameter evaluasi distribusi mencapai kepatuhan 100%, meliputi akurasi tujuan/unit, obat, dosis, waktu, kuantitas, pelabelan, penyimpanan, dokumentasi, pengecekan ganda, kondisi kemasan, dan kontrol akses. Pola distribusi menunjukkan frekuensi tertinggi untuk NaCl 3%, diikuti oleh KCl 7,46% dan MgSO₄ 40%, dengan permintaan yang sebagian besar berasal dari Unit Gawat Darurat (IGD) dan Depot Teratai, yang memiliki fasilitas untuk pencampuran IV steril dan pemberian sitostatik. Hal ini mencerminkan bahwa distribusi obat dipengaruhi oleh kebutuhan klinis spesifik di unit layanan. Secara keseluruhan, sistem distribusi elektrolit pekat di Rumah Sakit Fatmawati optimal dan selaras dengan prinsip keselamatan pasien dan peraturan nasional. Namun, penguatan berkelanjutan tetap diperlukan, terutama dalam aspek pelatihan terstruktur, dokumentasi evaluasi, dan manajemen risiko operasional untuk memastikan kualitas layanan dan keselamatan pasien yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026