Tubifex sp. dikenal sebagai pakan alami bernilai tinggi dalam akuakultur karena kandungan proteinnya tinggi dan sangat baik untuk pertumbuhan larva ikan. Namun demikian, ketersediaannya masih sangat bergantung pada hasil tangkapan alam dan seringkali menyebabkan ketidakstabilan pasokan serta potensi risiko kontaminasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai dosis pupuk kotoran ayam yang dikombinasikan dengan sistem resirkulasi dalam meningkatkan produksi biomassa Tubifex sp. pada kondisi terkontrol. Metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima kali ulangan, yaitu P0 (kontrol), P1 (500 g/0,098 m²), P2 (1000 g/0,098 m²), dan P3 (1500 g/0,098 m²). Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan biomassa, tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate/SR), rasio konversi pakan (Feed Conversion Ratio/FCR), serta kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kotoran ayam berpengaruh nyata pada produksi biomassa (P<0,05), hasil tertinggi dicapai P3. Peningkatan input bahan organik mampu meningkatkan ketersediaan mikroorganisme yang berperan sebagai sumber pakan utama bagi Tubifex sp. Hasil pengukuran kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran optimal, hal ini menunjukkan bahwa sistem resirkulasi mampu menjaga stabilitas kualitas air secara efektif. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi pemupukan organik dan teknologi resirkulasi merupakan strategi yang layak dan aplikatif untuk meningkatkan produksi pakan alami secara berkelanjutan dalam sistem akuakultur.
Copyrights © 2026