Tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, termasuk di Kelurahan Sendangmulyo, Kota Semarang, yang memiliki angka kasus relatif tinggi akibat rendahnya pengetahuan masyarakat, adanya stigma, serta kurangnya dukungan keluarga terhadap pasien. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang TBC, memberdayakan keluarga pasien, serta memperkuat peran kader kesehatan dalam upaya pencegahan dan pengendalian TBC. Program dilaksanakan dengan melibatkan sebanyak 30 peserta, yang terdiri atas kader kesehatan, keluarga pasien, dan masyarakat, melalui pelatihan kader, edukasi masyarakat, pembentukan pendamping minum obat (PMO) keluarga, serta inisiasi kawasan sadar TBC. Metode kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan dan edukasi, pemberdayaan kader, serta monitoring dan evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan peserta dari 86 pada pretest menjadi 93 pada posttest, atau mengalami kenaikan sebesar 8,14%. Selain itu, kader kesehatan menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, dan keluarga pasien semakin memahami pentingnya pendampingan minum obat serta pemenuhan asupan gizi untuk mendukung kepatuhan pengobatan. Program ini juga berkontribusi dalam mengurangi stigma terhadap pasien TBC dan meningkatkan dukungan sosial melalui pendekatan berbasis komunitas. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kapasitas kader, pengetahuan masyarakat, serta penguatan sistem pendampingan pasien, sehingga berpotensi mendukung upaya penurunan kasus TBC di Kelurahan Sendangmulyo.
Copyrights © 2026