Penyiraman tanaman dengan tangan masih sering menyebabkan masalah, seperti waktu penyiraman yang tidak tepat, terlalu banyak air yang diberikan, atau terlalu sedikit air yang menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu. Tujuan dari penelitian ini untuk membuat sistem penyiraman tanaman secara otomatis menggunakan Arduino Uno, dengan menggunakan sensor kelembapan tanah dan sensor DHT22 untuk mengukur suhu serta kelembapan udara. Metode yang digunakan adalah metode desain dengan pendekatan eksperimental melalui simulasi menggunakan Wokwi. Sistem ini menggunakan sensor kelembapan tanah dan sensor DHT22 sebagai alat masukan, Arduino Uno sebagai pengendali utama, serta motor servo, layar LCD ukuran 16x2, lampu LED sebagai indikator, dan tombol tekan sebagai perangkat keluaran. Penelitian menunjukkan bahwa sistem bisa mengukur kondisi kelembapan tanah, suhu udara diatas 25 derajat celcius, dan kelembapan udara dibawah 80%, serta memberikan opsi penyiraman manual dengan menekan tombol. Sistem tersebut mampu membuat keputusan yang lebih cocok dan baik dalam menyiram tanaman karena memperhatikan beberapa faktor lingkungan, berbeda dengan sistem yang hanya mengandalkan satu faktor saja.
Copyrights © 2026