Air sumur bor merupakan sumber air utama di berbagai wilayah, namun sering mengalami permasalahan kualitas seperti tingginya kandungan besi (Fe) yang menyebabkan air berwarna keruh, berbau logam, dan tidak layak digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan teknologi tepat guna berupa sistem hybrid filtration–adsorption menggunakan media pasir, arang, kapas, sabut kelapa, dan biji pepaya sebagai biosorben alami. Metode yang digunakan adalah perancangan dan implementasi alat filtrasi sederhana pada air sumur bor di wilayah Cileungsi Kidul. Hasil pengujian menunjukkan adanya perbedaan kualitas air sebelum dan sesudah filtrasi. Sebelum filtrasi, air berwarna kuning kecokelatan, berbau logam, dan keruh. Setelah filtrasi, air menjadi lebih jernih, bau berkurang, dan kekeruhan menurun secara signifikan. Teknologi ini terbukti mampu meningkatkan kualitas air secara fisik dan menjadi alternatif teknologi tepat guna yang murah, sederhana, dan ramah lingkungan.
Copyrights © 2026