Kromium heksavalen dihasilkan dari erosi batuan mineral, air limbah industry, pertanian, dan pertambangan yang mengancam keberlanjutan ekosistem perairan. Lemna minor berpotensi sebagai agen fitoremediasi Cr6+ di lingkungan air, Penelitian terdahulu menjelaskan bahwa Lemna minor dapat menyerap polutan namun mengalami toksisitas akut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kontribusi kombinasi kerapatan tanaman Lemna minor (15%; 20% dan 25%) dan dosis eco-enzyme 0, 1, dan 2 mL/L dalam Upaya memitigasi toksisitas sekaligus meningkatkan efisiensi penurunan Cr6+ di air. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Parameter dalam penelitian ini adalah berat segar dan kering tanaman, kadar klorofil total tanaman, serta kadar Cr6+ dalam air dan tanaman menggunakan metode spektrofotometri. Analisis data dilakukan dengan Uji Two Way ANNOVA dilanjutkan dengan Uji Tukey. Hasil uji Two-Way ANOVA menunjukkan interaksi kedua faktor berpengaruh signifikan (p<0.05) dengan ukuran efek tinggi. Kombinasi kerapatan Lemna minor 25% dan eco-enzyme 2 mL/L menghasilkan performa pemulihan lingkungan terbaik, dengan efisiensi penurunan Cr6+ di air mencapai 69% dan akumulasi pada jaringan tanaman sebesar 5,73 ppm. Meskipun akumulasi logam berat tersebut memicu klorosis dan penurunan kadar klorofil total pada tanaman, intervensi eco-enzyme terbukti secara efektif meningkatkan kapasitas serap tanaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi Lemna minor dan eco-enzyme memiliki implikasi strategis sebagai teknologi bioremediasi yang murah, ramah lingkungan, dan aplikatif untuk memulihkan perairan tercemar serta mengoptimalkan sistem pengolahan limbah sekunder.
Copyrights © 2026