status gizi menjadi hal yang penting untuk diperhatikan terutama pada anak panti asuhan karenamereka memilki kerentanan lebih tinggi terhadap masalah kesehatan dan pertumbuhan. Lingkungan panti, polamakan yang seragam, serta keterbatasan pemenuhan kebutuhan gizi individu dapat mempengaruhi prosestumbuh kembang anak. Kondisi ini berisiko menimbulkan masalah seperti stunting, gizi kurang danketerlambatan perkembangan. Tujuan: mengetahui karakteristik responden, serta gambaran status gizi anak usia5-18 tahun berdasarkan kurva pertumbuhan WHO. Metode: deskriptif kuantitatif dengan pendekatan crosssectional, menggunakan metode total sampling yaitu 106 responden. Hasil: paling banyak responden berusia 13-18 tahun (69,8%), perempuan (52,8%), berpendidikan SMA (42,5%), distribusi frekuensi status gizi berat badananak usia 5-10 tahun termasuk kategori gizi normal (76.9%), distribusi frekuensi status gizi tinggi badan padaanak usia 5-18 tahun sangat pendek (44,3%), distribusi frekuensi status gizi indeks massa tubuh pada anak usia5-18 tahun gizi baik (36,8%). Kesimpulan: pemelitian ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat anak dengankategori gizi baik, namun masih terdapat anak dengan tinggi badan kategori sangat pendek. Kondisi inimemerlukan tindak lanjut berupa pemantauan pertumbuhan secara berkala, perbaikan kualitas makanan, sertaperencanaan pemenuhan gizi yang lebih tepat di lingkungan panti asuhan untuk mencegah dampak jangkapanjang dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Copyrights © 2026