Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan lingkungan dan distribusi bantuan sosial-ekonomi pada komunitas nelayan di Desa Senteluk, Kabupaten Lombok Barat. Pendekatan kualitatif digunakan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumen untuk memahami pengalaman penerima dan non-penerima bantuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program bantuan, seperti penyediaan sarana produksi dan dukungan UMKM pesisir, memberi manfaat nyata bagi sebagian nelayan, tetapi aksesnya belum sepenuhnya merata akibat keterbatasan kuota, kapasitas administratif, dan pengaruh jaringan sosial. Ketidakmerataan ini menimbulkan persepsi ketidakadilan serta berpotensi melemahkan legitimasi tata kelola desa. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan publik di wilayah pesisir tidak hanya ditentukan oleh keberadaan program, tetapi juga oleh transparansi, partisipasi bermakna, dan keadilan distribusi manfaat bagi masyarakat nelayan.
Copyrights © 2026