Ketersediaan tiang pancang berdiameter besar yang terbatas di lapangan mendorong perlunya kajian terhadap alternatif fondasi yang lebih efisien dari segi jumlah tiang namun tetap memenuhi persyaratan teknis. Penelitian ini bertujuan membandingkan performa sembilan konfigurasi alternatif fondasi tiang bor terhadap daya dukung dan penurunan, serta memilih konfigurasi yang hasilnya paling mendekati kondisi eksisting sebagai acuan perencanaan. Alternatif yang diteliti meliputi tiang bor berdiameter 60 cm sebanyak 6 tiang, diameter 70 cm sebanyak 5 tiang, dan diameter 80 cm sebanyak 4 tiang, dengan masing-masing tiga variasi bentuk konfigurasi. Penelitian menggunakan data N-SPT dari lokasi proyek sebagai parameter perhitungan. Analisis daya dukung dilakukan menggunakan metode Reese & Wright (1977) dan Skempton (1966) dengan mempertimbangkan kondisi tanah kohesif di lokasi studi, sedangkan perhitungan penurunan menggunakan metode Vesic (1970) untuk tiang tunggal dan Vesic (1977) untuk kelompok tiang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi V3-3 dengan 4 tiang bor berdiameter 80 cm merupakan alternatif paling efektif. Konfigurasi ini menghasilkan daya dukung sebesar 796 ton berdasarkan metode Reese & Wright (1977) dan 686 ton berdasarkan metode Skempton (1966), sehingga mampu menahan beban rencana sebesar 643,27 ton. Di samping itu, konfigurasi V3-3 menghasilkan penurunan kelompok terkecil sebesar 14 mm di antara seluruh alternatif yang ditinjau, sehingga dinilai sebagai solusi paling optimal ditinjau dari aspek daya dukung maupun penurunan fondasi.
Copyrights © 2026