Industri konstruksi masih mengalami berbagai masalah seperti proyek yang tertunda, biaya yang terus meningkat, penggunaan sumber daya yang tidak efisien, serta pencapaian di bidang keberlanjutan yang masih rendah. Lean construction berkembang sebagai cara manajemen yang dapat mengurangi pemborosan dan meningkatkan kinerja proyek secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan cara melakukan survei kepada kontraktor yang bertugas mengerjakan proyek konstruksi bangunan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang sudah disusun secara rapi dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS SEM). Lean construction terdiri dari tiga variabel, yaitu Process and Technology Lean Practices (PTLP), People and Culture Lean Practices (PCLP), dan Integrated Project Delivery (IPD). Sementara itu, Sustainable Project Performance (SPP) dinilai melalui tiga aspek, yaitu ekonomi, lingkungan, dan sosial. Penelitian menunjukkan bahwa PTLP, PCLP, dan IPD memiliki dampak yang baik dan nyata terhadap SPP. Model struktural dapat menjelaskan sebanyak 65,6% perubahan dalam SPP dengan nilai = 0,656, serta 33,7% perubahan dalam construction waste management dengan nilai = 0,337. Nilai SRMR sebesar 0,073 menunjukkan model tersebut memiliki kesesuaian yang cukup baik. Selain itu, pengelolaan sampah konstruksi terbukti secara nyata memediasi hubungan antara PTLP dan SPP dalam menggunakan sumber daya, mengurangi construction waste yang dihasilkan dalam konstruksi serta memperkuat kerja sama antar pihak yang terlibat.
Copyrights © 2026