Keterbatasan fasilitas rehabilitasi medis serta mahalnya biaya terapi menjadi hambatan utama dalam pemenuhan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), khususnya anak dengan tuna grahita. Hambatan tersebut berdampak pada rendahnya aksesibilitas terhadap terapi fisik dan kognitif yang efektif dan berkelanjutan. Pengabdian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan perangkat terapi inovatif berbasis visi komputer yang mampu meningkatkan efektivitas layanan rehabilitasi secara interaktif dan terjangkau. Pengabdian ini menggunakan pendekatan pengembangan (research and development) dengan desain riset berbasis pengabdian masyarakat berbasis riset. Subjek terdiri dari lima orang terapis ABK dan lima wali ABK sebagai informan, serta sepuluh anak penyandang disabilitas sebagai subjek uji coba. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara semi terstruktur, dan angket terbuka, dengan instrumen berupa lembar observasi, pedoman wawancara, dan kuesioner. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana untuk menilai efektivitas dan kepraktisan produk. Hasil menunjukkan bahwa perangkat terapi berupa permainan interaktif berbasis deteksi gerakan tangan melalui kamera, aplikasi pemantauan perkembangan berbasis web, serta video edukatif animasi 2D, mampu meningkatkan partisipasi dan keterlibatan anak dalam sesi terapi.
Copyrights © 2025