Rendahnya sinkronisasi empat dimensi Pendidikan karakter yang meliputi olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olah raga pada peserta didik menjadi perhatian khusus pada kelompok kerja guru olahraga (KKGO) kecamatan Buleleng-Bali. Implementasi permainan otak dan otot (O2) menjadi salah satu alternatif solusi dalam penguatkan pendidikan karakter (PPK) menuju gerakan literasi sekolah (GLS). Tujuan pengabdian ini yaitu menganalisis penguatan pendidikan karakter melalui metode permainan otak dan otot (O2) menuju gerakan literasi sekolah. Metode permainan O2 dapat dilakukan melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan dan penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, dan keberlanjutan program. Pada akhir kegiatan diadakan evaluasi akhir. Evaluasi ini diukur berdasarkan aktivitas seluruh anggota KKGO SD dalam mengimplementasikan metode permainan O2 dengan 6 permainan yang meliputi permainan lari pendek, permainan ganting siku tekuk, permainan baring duduk, permainan loncat tegak, permainan lari panjang, dan permainan literasi. Hasil dari PMP ini menjadikan guru PJOK SD mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mencapai tujuan pembelajaran PPK dan GLS melalui metode permainan O2. Kegiatan pengabdian ini berhasil dengan capaian 100% peserta hadir selama kegiatan, aktif dalam FGD, memberikan refleksi metode pembelajaran, dan mampu mengimplementasikan metode permainan O2.
Copyrights © 2025