Minimnya dukungan spiritual bagi siswa Katolik di sekolah negeri yang mayoritas siswanya beragama non-Katolik menunjukkan kebutuhan mendesak akan pendekatan pembinaan iman yang inklusif dan kontekstual. Tujuan Program Pengabdian kepada Masyarakat ini merancang dan menerapkan model pendampingan pastoral yang partisipatif-reflektif guna menguatkan dan mentransformasi pertumbuhan spiritual siswa Katolik. Sebanyak 70 siswa dari 14 sekolah negeri jenjang SMA dan SMK terlibat dalam kegiatan pendampingan langsung, refleksi terpandu, dialog iman kontekstual, dan aktivitas liturgis. Data diperoleh melalui observasi, jurnal refleksi siswa, dan wawancara semi-terstruktur, lalu dianalisis dengan pendekatan deskriptif-kualitatif menggunakan triangulasi metode. Hasil menunjukkan adanya transformasi signifikan dalam pemahaman iman, peningkatan partisipasi rohani, serta terbentuknya komunitas kecil berbasis iman. Model ini terbukti efektif dalam memperkuat spiritualitas siswa Katolik di lingkungan sekolah multikultural, serta merekomendasikan replikasi strategis sebagai kontribusi terhadap pendidikan karakter dan spiritualitas lintas iman di sekolah negeri. Implikasi dari tema ini sangat penting bagi pengembangan praktik pendidikan spiritual di sekolah negeri di Indonesia. Keberadaan siswa dari latar belakang agama minoritas, seperti Katolik, perlu dijadikan pijakan untuk merancang strategi pendidikan spiritual yang tidak eksklusif namun tetap berakar pada kekayaan tradisi iman masing-masing.
Copyrights © 2025