Rendahnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk melestarikan budaya dan nilai kearifan lokal di era teknologi digital dapat menyebabkan kepunahan budaya secara perlahan. Hal ini disebabkan karena perkembangan teknologi digital dapat membuat orang melupakan budayanya sendiri dan tidak mampu mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal yang telah berlaku di dalam masyarakat. Kegiatan pengajaran di CJCU Taiwan dimanfaatkan oleh STT Moriah untuk memperkenalkan budaya dan kearifan lokal Indonesia di kancah Internasional serta melestarikannya melalui bidang pendidikan teologi supaya tidak terjadi kepunahan. Kegiatan pengajaran ini menggunakan pendekatan studi komparasi untuk mengangkat nilai kearifan lokal supaya sejajar dengan tradisi hikmat israel kuno. Metode penulisan ini menggunakan analisis data kualitatif dari dokumentasi kegiatan yang disimpan dalam bentuk foto, dokumen resmi, dan materi kuliah. Data tersebut direduksi, disajikan dalam bentuk deskriptif, dan menarik kesimpulan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa magister teologi CJCU Taiwan mengenal secara mendalam dan tertarik dengan nilai kearifan lokal Indonesia yang begitu relevan dan sejajar dengan pengajaran di Kitab Suci Kristen. Tetapi masih ada kendala yang perlu diperhatikan pada kegiatan ini, terutama dari segi dana, sumber daya manusia, dan hal ini memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak yang bersangkutan. Penulisan ini diharapkan menjadi referensi bagi penelitian serupa dan juga dapat dijadikan bahan perbandingan bagi mahasiswa teologi yang ingin melakukan riset di bidang yang sama.
Copyrights © 2025