Anak-anak imigran Indonesia di Malaysia merupakan kelompok yang rentan terhadap permasalahan gizi karena keterbatasan akses informasi, pendidikan, dan layanan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak pekerja migran Indonesia mengenai gizi seimbang melalui edukasi interaktif. Kegiatan dilakukan di salah satu sanggar belajar di Malaysia dengan pendekatan one group pretest-posttest design terhadap 20 anak usia 7–12 tahun. Materi edukasi disampaikan melalui media visual, permainan edukatif, dan simulasi menu seimbang “isi piringku”. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan skor rata-rata dari 58,25 pada pretest menjadi 66,90 pada posttest. Peningkatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis komunitas mampu meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai pentingnya gizi seimbang. Kegiatan ini juga menegaskan perlunya intervensi gizi berbasis budaya dan kontekstual bagi komunitas migran Indonesia di luar negeri. Program edukasi interaktif ini berhasil meningkatkan pengetahuan gizi seimbang pada anak-anak imigran Indonesia. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari intervensi serupa terhadap praktik gizi dan status kesehatan anak-anak imigran, serta untuk mengembangkan strategi adaptif yang dapat disesuaikan dengan konteks budaya dan sosial yang beragam.
Copyrights © 2026