Gangguan tidur dan ketidaknyamanan emosional merupakan keluhan yang umum dialami oleh perempuan menopause, termasuk yang mengalami menopause dini (prekoks). Kondisi ini berdampak pada penurunan kualitas hidup dan kesejahteraan psikologis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tidur dan kenyamanan melalui penerapan bantal gel aromaterapi Damask rose (ROSA Pillow) sebagai terapi relaksasi nonfarmakologis berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan di tiga kecamatan di Kabupaten Boyolali, yaitu Mojosongo, Teras, dan Ampel, dengan melibatkan 30 peserta berusia 35–45 tahun. Pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan, demonstrasi penggunaan ROSA Pillow, serta pendampingan pemakaian selama dua minggu. Evaluasi dilakukan menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur dan General Comfort Questionnaire (GCQ) untuk menilai tingkat kenyamanan. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata skor PSQI 10,9 (kategori buruk) dan GCQ 105,4 (cukup nyaman), sedangkan hasil post-test menunjukkan perbaikan signifikan dengan rata-rata PSQI 5,5 (baik) dan GCQ 143,8 (sangat nyaman). Intervensi aromaterapi Damask rose terbukti meningkatkan relaksasi, menurunkan ketegangan emosional, dan memperbaiki kualitas tidur peserta. Kegiatan ini mendukung teori kenyamanan Kolcaba dan teori kualitas tidur Potter & Perry, serta menunjukkan bahwa pendekatan sederhana berbasis aromaterapi efektif meningkatkan kesejahteraan perempuan menopause di tingkat komunitas.
Copyrights © 2026