Budaya bertani merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat yang dibentuk oleh sistem nilai, norma, dan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan budaya bertani padi sawah antara Komunitas Kajang Dalam dan Komunitas Kajang Luar di Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus komparatif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya bertani Komunitas Kajang Dalam berlandaskan ajaran Pasang ri Kajang yang tercermin dalam sistem nilai kosmologis, norma adat yang mengikat, serta pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun, sehingga praktik bertani cenderung bersifat subsisten dan berorientasi pada kelestarian lingkungan. Sebaliknya, Komunitas Kajang Luar menunjukkan pergeseran budaya bertani yang lebih berorientasi pada efisiensi dan peningkatan produksi, dengan norma adat yang lebih fleksibel serta sistem pengetahuan yang dipengaruhi oleh teknologi pertanian modern. Secara konseptual, perbedaan orientasi budaya bertani dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan terhadap hukum adat dalam merespons proses modernisasi.
Copyrights © 2026