Keberadaan kader posyandu lansia sangat penting, mengingat pelayanan kesehatan terpadu di tiap Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FASKES) turut memprioritaskan kesehatan pada lansia. Permasalahan yang banyak ditemui di lapangan yakni rendahnya tingkat kepatuhan minum obat pada lansia. Hasil identifikasi mitra yang dilakukan setidaknya terdapat 2 permasalahan utama yang dihadapi oleh kader posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Mokoau, yakni masalah sosial budaya dan kesehatan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melakukan pemberdayaan kepada kader posyandu lansia melalui literasi sosial budaya dan promosi kesehatan sebagai upaya untuk meningkatan kepatuhan minum obat dan mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Metode pelaksanaan pengabdian berupa edukasi dan sosialisasi, kampanye literasi sosial budaya, kelas lansia sehat bahagia, edukasi kepatuhan minum obat bagi lansia, pelatihan pemeriksaan kesehatan dasar dan edukasi penggunaan pillbox. Sebanyak 18 kader posyandu lansia dan 30 lansia binaan ikut terlibat dalam kegiatan ini. Setiap kegiatan yang dilakukan dievaluasi menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta penilaian keterampilan dalam praktek dengan indikator skala likert. Hasil dari mengikuti pengabdian kepada masyarakat ini, terjadi peningkatan pengetahuan pada peserta terlihat dari rerata persentase jawaban benar pada kegiatan sosialisasi dan edukasi sebesar 53,2%, pada kelas lansia sehat-bahagia rerata persentase jawaban benar sebesar 46,43%, edukasi kepatuhan minum obat sebesar 71,08%. Kader posyandu lansia dinilai “terampil” dan mampu menginterpretasikan hasil pengukuran kesehatan yang dilakukan. Kesimpulan dari seluruh kegiatan ini adalah tim pengabdian mampu melakukan pemberdayaan kepada kader posyandu lansia berbasis literasi sosial budaya dan promosi kesehatan, kegiatan ini akan memberi dampak positif keberlangsungan pelayanan kesehatan terutama bagi lansia.
Copyrights © 2026