Meningkatnya prevalensi penyakit degeneratif di Indonesia memerlukan perhatian serius, sehingga upaya pencegahan primer melalui edukasi gaya hidup sehat menjadi sangat krusial. Salah satu langkah strategis yang dapat dilakukan adalah mengoptimalkan pemanfaatan pangan fungsional lokal yang berpotensi mendukung pencegahan penyakit degeneratif melalui kandungan antioksidannya. Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap potensi tanaman lokal di Kalimantan Tengah mendorong dilaksanakannya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini di wilayah kerja Puskesmas Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya. Kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu-ibu rumah tangga dalam memanfaatkan jahe, bawang dayak, dan nanas sebagai bahan minuman fungsional yang berpotensi sebagai sumber antioksidan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi pengolahan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa kegiatan ini efektif meningkatkan pengetahuan peserta secara signifikan (p < 0,001), di mana setelah intervensi sebanyak 80% peserta memiliki kategori pengetahuan baik dan 20% menunjukkan tingkat pengetahuan cukup. Kegiatan edukasi ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk fungsional. Pendekatan edukatif-partisipatif berbasis bahan alam ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan berkelanjutan untuk mendukung perilaku hidup sehat di masyarakat.
Copyrights © 2026