Dalam konsep Industri kecil dan menengah (IKM) sektor pengolahan pangan memiliki ketergantungan tinggi terhadap penggunaan energi, khususnya pada proses produksi berbasis pemanasan. Namun, pengelolaan energi pada IKM umumnya belum didukung oleh sistem pengukuran yang terstruktur, sehingga potensi inefisiensi sulit diidentifikasi secara objektif. Penelitian pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kesiapan mitra dalam pengelolaan energi melalui sosialisasi dan demonstrasi pengukuran berbasis Internet of Things (IoT). Pengabdian masyarakat pada Industri Tahu Takwa GTT di Kediri dengan pendekatan partisipatif dan bertahap, meliputi identifikasi kondisi awal, observasi proses produksi, sosialisasi konsep efisiensi energi dan IoT, demonstrasi pengukuran energi menggunakan sensor PZEM-004T berbasis ESP32, serta evaluasi before–after menggunakan kuesioner skala Likert. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator yang diukur. Pengetahuan terkait IoT meningkat dari skor rata-rata 2,0 menjadi 4,2, pemahaman efisiensi energi dari 2,4 menjadi 4,1, serta minat penerapan IoT dari 2,1 menjadi 4,0. Selain itu, terjadi perubahan persepsi mitra dari yang semula menganggap IoT sebagai teknologi kompleks menjadi lebih terbuka terhadap penerapan secara bertahap sesuai kapasitas usaha. Meskipun demikian, aspek persepsi kemudahan penggunaan masih menunjukkan peningkatan yang relatif lebih rendah, mengindikasikan adanya pertimbangan terkait biaya, kemampuan teknis, dan pemeliharaan sistem. Hasil menegaskan bahwa pendekatan sosialisasi dan demonstrasi pengukuran energi berbasis IoT efektif dalam meningkatkan pemahaman energi dan kesiapan awal adopsi teknologi pada IKM. Pengabdian ini sebagai langkah awal strategis dalam pengembangan sistem monitoring energi berbasis data yang bertujuan meningkatkan efisiensi energi dan kinerja produksi secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026