Produksi makanan olahan hasil laut melibatkan beberapa tahapan yang berisiko. Mulai dari penanganan bahan baku dengan menggunakan peralatan tajam, paparan suhu ekstrim pada tahap pemasakkan, penggunaan bahan bakar LPG (liquefied petroleum gas) hingga posisi kerja yang tidak ergonomi menjadi berbagai hal yang berpotensi menyebabkan kecelakaan maupun penyakit akibat kerja (PAK). Risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja dapat diminimalkan dengan pemahaman yang memadai tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Soataloara 1 dalam menciptakan lingkungan dan perilaku kerja yang aman. Metode pelaksanaan terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan anggota PKK tentang prinsip K3 dalam produksi makanan olahan hasil laut mengalami peningkatan dari 82,5% menjadi 97,5%. Observasi langsung pada peserta menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu mempraktikkan prosedur penggunaan kompor berbahan bakar LPG secara aman dan benar. Kegiatan pelatihan K3 terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang prosedur K3 dalam produksi makanan olahan hasil laut. Peserta telah memperoleh pemahaman dasar tentang penggunaan kompor berbahan bakar LPG dengan aman.
Copyrights © 2026