Kemampuan penalaran memainkan peran penting dalam pemahaman matematika dan keterampilan pemecahan masalah siswa, terutama ketika berhadapan dengan konsep abstrak seperti geometri kekongruenan. Di Indonesia, siswa sering menghadapi kesulitan dalam menghubungkan teori matematika dengan konteks kehidupan nyata, yang berdampak pada kemampuan mereka untuk berpikir kritis dan menerapkan penalaran matematis secara efektif. Untuk mengatasi permasalahan ini, pendekatan PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) diperkenalkan sebagai strategi pembelajaran berbasis konteks yang mendorong siswa untuk terlibat dengan konsep-konsep matematika melalui permasalahan dunia nyata. Dengan mengintegrasikan tugas-tugas yang mencerminkan situasi kehidupan sehari-hari—seperti yang ditemukan dalam soal-soal PISA (Programme for International Student Assessment)—siswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan penalaran dan analisis yang lebih kuat. Pandemi COVID-19, sebagai konteks global, memberikan latar yang relevan dan bermakna untuk menerapkan konsep-konsep matematika dalam situasi kehidupan nyata. Penelitian ini berfokus pada siswa kelas IX1 SMP Negeri 19 Batanghari, dengan menelaah kemampuan penalaran mereka melalui permasalahan geometri kekongruenan dalam konteks COVID-19 menggunakan pendekatan PMRI. Latar belakang ini mendukung tujuan penelitian untuk menilai tidak hanya kemampuan penalaran matematis siswa, tetapi juga efektivitas pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan pemahaman dan kinerja mereka.
Copyrights © 2026