Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas aplikasi GeoGebra sebagai media pembelajaran fungsi di Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga untuk mengatasi kesenjangan pemahaman konsep matematika abstrak yang muncul akibat penggunaan metode konvensional, di mana santri masih mengalami hambatan dalam memvisualisasikan relasi variabel fungsi sebagai dasar materi kalkulus. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental one-group pretest-posttest pada 15 santri kelas XII melalui tiga sesi penerapan GeoGebra pada materi grafik fungsi, komposisi, dan invers, disertai observasi, angket Likert, serta analisis statistik inferensial menggunakan SPSS. Celah studi terletak pada fokus terhadap pembelajaran santri pesantren yang terintegrasi dengan nilai Islam. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan hasil belajar dengan n-gain 0,96, keterlaksanaan pembelajaran 91%, aktivitas santri 90%, serta respons positif 90% terhadap kemudahan visualisasi. Uji t dengan p-value 0,000 < α mengonfirmasi bahwa GeoGebra efektif meningkatkan pemahaman fungsi. Temuan ini selaras dengan teori konstruktivisme Piaget dan Technology Acceptance Model (TAM), sehingga memperkuat penerapan pembelajaran berbasis penemuan. Penelitian merekomendasikan pengembangan kurikulum hybrid serta perluasan pemanfaatan GeoGebra pada materi lanjutan dengan dukungan infrastruktur teknologi yang memadai.
Copyrights © 2026