Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses berpikir siswa kelas IV SDN Sadeng 01 dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi perkalian dan pembagian ditinjau dari gaya belajar Kolb. Terdapat GAP penelitian terkait bagaimana dimensi gaya belajar tertentu memengaruhi langkah prosedural siswa dalam menyelesaikan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan subjek yang dipilih melalui purposive sampling untuk mewakili tipe Diverger, Converger, dan Accommodator. Data dikumpulkan melalui Kolb’s Learning Style Inventory (KLSI), tes matematika, dan wawancara berbasis tugas. Temuan penelitian menunjukkan pola kognitif yang berbeda: 1) Subjek Diverger mengandalkan visualisasi mental dan gestur untuk memahami konteks narasi; 2) Subjek Converger menunjukkan abstraksi data yang cepat dengan mengeliminasi narasi cerita demi efisiensi prosedural; dan 3) Subjek Accommodator memanfaatkan intuisi serta pengalaman belajar sebelumnya untuk melakukan eksperimen mental dalam memprediksi hasil. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberagaman proses berpikir tersebut memerlukan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi. Guru disarankan menyediakan visualisasi konteks bagi tipe Diverger, penguatan logika simbolik bagi Converger, serta skenario praktis-adaptif bagi Accommodator guna meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis secara optimal.
Copyrights © 2026