AbstrakPerkembangan ekosistem digital telah mendorong perubahan perilaku konsumsi siswa yang semakin dipengaruhi oleh faktor psikologis dan stimulus digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) dan Live Shopping TikTok Shop terhadap perilaku konsumtif siswa serta menguji peran Literasi Keuangan sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 170 mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Semarang. Teknik analisis data menggunakan StructuralEquation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa FoMO (β = 0,507; p < 0,05) dan Live Shopping TikTok Shop (β = 0,240; p < 0,05) berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif siswa. Sebaliknya, Literasi Keuangan tidak berpengaruh signifikan (β = -0,062; p > 0,05) serta tidak mampu memoderasi hubungan antara FoMO dan Live Shopping terhadap perilaku konsumtif (p > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa dorongan emosional dan stimulus digital lebih dominan dibandingkan kemampuan kognitif dalam pengambilan keputusan konsumsi. Dengan demikian, faktor psikologis dan digital menjadi penentu utama dalam membentuk perilaku konsumtif di era digital. AbstrakPerkembangan pesat ekosistem digital telah secara signifikan mengubah perilaku konsumsi mahasiswa, sehingga semakin dipengaruhi oleh faktor psikologis dan rangsangan digital. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) dan TikTok Live Shopping terhadap perilaku konsumsi mahasiswa, serta untuk menyelidiki peran moderasi literasi keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 170 mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Semarang. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa FoMO (β = 0,507; p < 0,05) dan TikTok Live Shopping (β = 0,240; p < 0,05) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumsi. Sebaliknya, literasi keuangan tidak menunjukkan pengaruh signifikan (β = -0,062; p > 0,05) dan gagal memoderasi hubungan antara FoMO, live shopping, dan perilaku konsumsi (p > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa pendorong emosional dan rangsangan digital lebih dominan daripada kemampuan kognitif keuangan dalam membentuk keputusan konsumsi. Oleh karena itu, faktor psikologis dan digital berperan sebagai penentu utama perilaku konsumsi di era digital.
Copyrights © 2026