Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan pembacaan tafsir Al-Qur’an yang lebih kontekstual dalam merespons isu relasi gender kontemporer. Tujuan penelitian adalah menganalisis pemikiran gender Mona Siddiqui melalui pendekatan etika-hermeneutis yang menekankan keadilan, kasih sayang, dan tanggung jawab moral. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik studi kepustakaan (library research), menggunakan karya utama Siddiqui sebagai sumber primer, serta dianalisis melalui pendekatan studi tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siddiqui memandang Al-Qur’an sebagai teks etika dan spiritual, bukan semata produk hukum legalistik. Dalam isu poligami, ia menafsirkannya sebagai intervensi moral dalam konteks sosial untuk melindungi kelompok rentan, sehingga monogami lebih selaras dengan keadilan emosional. Hijab dan niqab dipahami sebagai ekspresi kesadaran moral dan spiritual, bukan sekadar aturan berpakaian. Sementara qiwāmah dimaknai sebagai tanggung jawab moral yang kontekstual, bukan legitimasi dominasi laki-laki. Kesimpulannya, pemikiran Siddiqui berkontribusi dalam pengembangan tafsir gender yang humanistik dan kontekstual, serta menegaskan pentingnya pendekatan hermeneutis-etis dalam menjembatani tafsir klasik dengan tuntutan keadilan gender modern.
Copyrights © 2026